Berita

Workshop International Financial Reporting Standard

26 Dec 2012, 17:16 ( oleh web-admin )

 
Prodi Akuntansi, Program Diploma Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM menyelenggarakan Workshop IFRS (International Financial Reporting Standard)


     Dalam rangka meng-update perkembangan Standar Pelaporan Keuangan Internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS) ke dalam kurikulum akuntansi keuangan, Prodi Akuntansi, Program Diploma Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi (PDEB SV) UGM menyelenggarakan workshop sehari dengan tema “Integrasi IFRS dalam Kurikulum Akuntansi Keuangan” pada hari Rabu, 19 Desember 2012. Kegiatan workhsop tersebut diikuti oleh semua dosen dan instruktur di Prodi Akuntansi. Tujuan kegiatan ini, sebagaimana disampaikan Kaprodi Akuntansi PDEB SV UGM, Drs. Herman Legowo, M.Si., Akuntan, adalah untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada para Dosen dan Instruktur mengenai perkembangan IFRS yang nantinya akan di-share pemahaman tersebut kepada para mahasiswa. Workshop ini juga penting dalam rangka meng-update kurikulum D3 akuntansi, mengingat saat ini kurikulum tersebut sedang dalam proses penyesuaian dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) agar lebih responsif dan dinamis terhadap kebutuhan riil masyarakat.

      Workshop kali ini menghadirkan Dr. Sony Warsono, MAFIS, Akuntan, selaku dosen  Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang juga penulis buku populer “Adopsi Standar Akuntansi IFRS: Fakta, Dilema dan Matematika” dan “Reformasi Akuntansi: Membongkar Bounded Rationality Pengembangan Akuntansi”. Dalam workshop tersebut telah dipaparkan Perubahan penting IFRS dalam PSAK, dan Integrasi Perubahan IFRS dalam Kurikulum Akuntansi.

        Workshop dibagi menjadi empat sesi yang masing-masing memberikan pemahaman penting dan integral bagi peserta atas perkembangan IFRS serta kontribusinya bagi ilmu akuntansi yang diwujudkan dalam integrasi kurikulum pendidikan tinggi. Sesi pertama mengupas perubahan penting IFRS terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai acuan standar akuntansi yang digunakan di Indonesia. Sesi kedua membahas best practise penggunaan IFRS pada entitas perusahaan, utamanya perusahaan go public yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pengalaman-pengalaman di lapangan lainnya. Adapun sesi ketiga dan keempat merupakan sesi utama yang mendiskusikan berbagai aspek IFRS yang berpengaruh penting dalam pengembangan kurikulum akuntansi pada pendidikan tinggi. Sesi ini merupakan puncak rangkaian acara workshop yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi PDEB SV UGM dan disambut secara antusias oleh peserta yang hadir. Hal ini tampak jelas dari diskusi ‘hangat’ yang terjadi pada sesi tersebut antara pemateri dan peserta yang hadir.
    
   IFRS sendiri merupakan topik teraktual dalam bidang akuntansi, terutama setelah seringnya terjadi konjungtur (resesi) perekonomian di sektor keuangan Amerika dan dunia yang melibatkan ambruknya (bankruptcy) berbagai perusahaan besar papan atas dunia. Untuk itu IASB (International Accounting Standard Board) sebagai badan utama penyusun dan penerbit IFRS melakukan banyak perubahan penting dan mendasar pada Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standard/IAS) – format awal IFRS dan sebagiannya tetap berlaku – yang diklaim akan mampu mengurangi kelemahan standar akuntansi dalam mendeteksi kecurangan akuntansi dan berimbas pada perekonomian secara umum. Dengan demikian, pengertian dan pemahaman mendasar para akademisi terhadap IFRS mutlak diperlukan, utamanya bagaimana menyesuaikan kurikulum pengajaran dengan perubahan mendasar di bidang akuntansi tersebut.
Dalam serangkaian acara tersebut, Dr. Sony Warsono, MAFIS, Akuntan. selain memberikan poin penting perubahan standar akuntansi internasional yang berdampak pada SAK, juga menekankan catatan kritis atas perubahan disertai dengan uraian sejarah panjang diskusi yang terjadi. Rincian pelbagai catatan kritis kelemahan (dilema) IFRS beserta solusi atas permasalahan tersebut telah beliau uraikan secara gamblang dalam buku “Adopsi Standar Akuntansi IFRS: Fakta, Dilema dan Matematika”. Ada beberapa isu penting yang dibahas antara lain: sejarah dan struktur IASB, Kerangka Dasar Konseptual (Conceptual Framework) IFRS, Akuntansi berbasis Prinsip ataukah Aturan (Principles based or Rules based), pengukuran berbasis nilai wajar (Fair Value), serta penyajian Informasi Keuangan yang Andal dan Relevan.

        Dari berbagai isu penting dan kritik yang disampaikan oleh pemateri, peserta workhsop semakin terbuka wawasan dan kesadarannya akan cepatnya perubahan yang terjadi pada standar akuntansi internasional. Berbekal materi awal tersebut, terjadi diskusi dan umpan balik (feedback) yang cukup ‘intens’ dari peserta pada 2 sesi terakhir yang merupakan sesi puncak workshop. Pada sesi tersebut, pemateri juga memberikan serangkaian gagasan solusi pemahaman mendasar akuntansi yang lebih rasional dan mudah difahami yaitu berpijak pada tiga pilar pengembangan akuntansi berupa matematika, prinsip dasar, dan rancang-bangun. Diskusi yang berlangsung tidak hanya mengulas tinjauan akademis perubahan IFRS pada kurikulum, tetapi juga mengupas aspek teknis pengajaran dan berbagai pengalaman dari peserta atas pola pengajaran dan pendidikan di perguruan tinggi. Kondisi tersebut menjadikan forum workshop berlangsung cukup dinamis, hingga tak terasa acara yang dimulai dari pagi telah sampai pada penghujung acara pukul 16.00 WIB.
   
      Panitia workshop Prodi Akuntansi PDEB SV UGM berharap, acara tersebut memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pemahaman informasi terbaru dan pada akhirnya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama civitas akademika perguruan tinggi, baik dosen, instruktur, maupun mahasiswa.
 

 



Berita sebelumnya :